Guru dalam Lanskap Teknologi
learn positive things and try to share with the other
1. Introduction Strategy
Dalam dunia pendidikan kita melibatkan beberapa belah pihak yaitu Pengajar dan siswa yang diajar, orang tua dan dinas pendidikan. Kalau ingin meningkatkan kualitas pendidikan selayaknyalah kita memusatkan perhatian kepada pihak tersebut. Wajah pendidikan bangsa tidak akan menjadi lebih baik jika kualitas komponen tidak bergerak searah menuju Excellent Quality Education.
Caranya seperti apa? Kita perlu memberikan perhatian terhadap metode pendidikan yang dilakukan terutama sarana-sarana yang digunakan untuk melancarkan proses belajar mengajar dan sarana evaluasi yang dilakukan, Dalam metode Total Quality Management Learning Center, ada 5 perspektif untuk peningkatan mutu pendidikan dan hal ini akan sukses jika kita menggunakan jasa teknologi.
1. Siswa/pelajar harus merasa puas dengan proses pendidikan karena itu disediakan proses belajar dengan e-learning, ini akan membuat materi yang belum lengkap di berikan guru di kelas bisa diakses.
2. Pelajar dapat melakukan komplain terhadap proses belajar mengajar kepada manajemen sekolah/kampus melalui sms corporat, bisa mengenai guru/dosen yang sering telat, mengajarnya tidak terlalu baik dan nilainya tidak transparan.
3. Orang tua dapat memantau kegiatan dan perkembangan belajar anaknya yang dapat diakses melalui smartcard untuk siswa yang disediakan untuk orang tua di luar daerah. Ada nilai, perhitungannya dan juga pembayaran-pembayaran yang harus dilakukan agar terhindar dari pembayaran iuran yang tidak jelas.
4. Manajemen sekolah akan memberikan pengawasan terhadap guru/dosen dan menampung complain pelajar atau orang tua. Mulai dari kehadirannya, tepat waktu keluar dan masuk kelas, jadwal terautomatisasi, guru/dosen juga mendapatkan smartcard yang nantinya berguna untuk evaluasi dan pemberian honorarium bagi guru/dosen terbaik dicocokkan dengan complain pelajar. Proses pelatihan e-learning akan meningkatkan kualitas guru/dosen.
5. Dinas pendidikan akan memantau perkembangan guru/dosen dengan informasi dari manajemen dan informasi dari complain siswa/pelajar untuk penilaian kenaikan golongan. Karena setiap guru atau dosen atau siswa sekalipun ingin diapresiasi kinerjanya. Jika 5 perspektif ini dapat bersinergis dengan baik dalam system manajemen sekolah, kita yakin terjadi peningkatan kualitas pendidikan yang signifikan.
2.Supporting Knowledge
Arah pembelajaran dunia pendidikan saat ini menuju fase yang lebih terautomatisasi. Hal ini berguna agar mampu mengikuti isu-isu dinamika informasi dunia. Standar pendidikan yang tergambar dalam kurikulum belum lah bisa menyesuaikan secara tepat gambaran kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Baik untuk pendidikan dasar, menengah pertama, menengah atas ataupun mahasiswa, harus mampu membekali dirinya dengan berbagai informasi teraktual yang terkumpul dalam packing storage information.
Sebaiknyalah disediakan layanan infoBytes learning library(iBll) dimana pihak institusi pendidikan dapat berlangganan setiap tahun untuk akses tidak terbatas ke bahan pelatihan yang ditawarkan sebagai kursus belajar sendiri, institusi bebas memilih materi pelatihan.
Selain itu, institusi juga dapat memasukkan konten informasi yang dibutuhkan oleh siswanya maupun guru untuk meningkatkan kompetensi mengajarnya. Apakah tentang ilmu, buku motivasi kewirausahaan, buku2 agama, semuanya built-in dalam system ini.
Sistem ini berada dalam suatu pengawasan yang dilakukan dengan metode peer review menggunakan web integrasi. Manajemen dapat melakukan surveys apa saja materi yang dibutuhkan oleh siswa/mahasiswa menggunakan jasa sms corporate atau corporat mail, ataupun siswa atau guru juga dapat memberikan saran perbaikan system pembelajaran dengan cara yang sama.
Smartcard juga berguna untuk update data siswa yang mengunjungi system ini, yang berisi komponen nilai, pembayaran dll. iBll dapat dinikmati kapanapun karena menggunakan internet, baik kabel maupun wi-fi sesuai dengan account login di smartcard.
Selain memberikan manfaat peningkatan kemampuan pelajar dan pengajar karena respon terhadap kebutuhan kompetensi kerja, selain itu, iBll ini membuka cakrawala kita tentang dunia global yang semakin dinamis.
3. Sistem Reward sebagai Impuls Kesejahteraan Guru
Guruku, apa kabar?
Menyapa guru dengan sapaan lembut dan dibalas dengan senyuman yang tulus dan ikhlas, sebuah lanskap yang menentramkan.
Bagaimanakah kondisi guru sekarang?
Mungkin dibalik senyuman itu tersimpan suatu keadaan yang mungkin membuat kita hiba. Itulah yang terjadi pada guru honorer bahkan yang sudah PNS, mereka memberikan suatu bentuk bakti mencerdaskan bangsa, namun belum mendapatkan status yang jelas sebagai bentuk penghargaan atas jasa mereka, yaitu status sebagai pegawai negeri sipil.
Kalau kita mengharapkan proses dari pemerintah, mungkin akan memakan waktu yang lama dan birokratis. Padahal dengan mendapatkan honor yang notabenenya kecil, guru honorer harus mendapatkan secepat mungkin bantuan pendapatan yang setidaknya cukuplah menghidupi biaya sehari-hari. Yang lebih miris ada guru yang berstatus honorer puluhan tahun, terpaksalah mereka mengisi waktu untuk usaha yang lain. Kalau dari segi kualitas mungkin guru honorer juga tidak kalah. Apresiasi terbesar untuk mereka yang masih bisa berkomitmen mencerdaskan bangsa ditengah kekurangan yang ada.
Untuk itu sebaiknya diusulkanlah suatu sistem reward berbasis kinerja untuk tenaga guru honorer dan PNS. Data base guru dibuat dalam hosting berbasis internet. Di update terus oleh pihak sekolah. Data base berisi data lengkap guru termasuk prestasi, kebutuhan hidup, tanggungan dan bagaimana tanggapan dari siswa dengan adanya guru honorer ini dengan menggunakan sistem sms.
Sistem ini memiliki keunggulan berupa insentif bagi guru honorer untuk meningkatkan kualitas dirinya agar mendapatkan sejumlah reward tertentu. Range reward berdasarkan sistem point bertanda bintang dari polling siswa dan manajemen sekolah yang ada di web. Untuk guru yang mendapatkan jumlah bintang tertentu akan mendapatkan tambahan reward tertentu. Besarannya bisa ditentukan oleh manajemen.
Hal ini bisa mendorong guru honorer untuk terus berinovasi dan berprestasi yang otomatis meningkatkan kualitas mengajar dengan memahami siswa dan melakukan pendekatan mengajar yang tepat. Pada akhirnya meningkat pulalah kualitas pendidikan bangsa pada umumnya. Tambahan juga hal ini bisa menjadi pertimbangan dari dinas pendidikan untuk menetapkan guru honorer sebagai pegawai negeri sipil.
Sistem ini juga bisa diadopsi untuk guru yang sudah berstatus PNS, ini tergantung manajemen sekolah, saya yakin ini akan meningkatkan kualitas mengajar guru secara khusus dan pendidikan Indonesia pada umumnya.
Guru kita harus sejahtera.
4. Piala itu bernama laptop
Terinspirasi dari 3 tulisan diatas, maka sudah saatnya guru melek akan teknologi terutama internet. Banyak sumber pembelajaran yang bisa diakses untuk menambah atraktifitas pembelajaran dikelas. Makanya agenda seribu laptop untuk guru Indonesia menjadi pilihan segar dikala tuntutan siswa akan materi pembelajaran yang lebih mudah dipahami dengan atribut penerangan yang tidak membosakan.
Sarana e-learning yang langsung built-in dengan internet dan langggan library online membuat peran guru semakin krusial dalam mengarahkan dan merangkum serta menyesuaikan materi pelajaran di internet dengan silabus belajar mengajar.
Pesan ini tidak kalah penting karena melihat kecenderungan dunia yang semakin terotomatisasi sehingga jangan salah peran guru nantinya bisa tergantikan dengan sarana teknologi tersebut. Oleh karena itu, guru dengan segenap potensinya harus diberi impuls agar mampu menciptakan momentum perubahan dalam usaha memahami sarana supporting learning tersebut agar mampu berkompromi dengan teknologi. Impuls itu harus berasal dari sisi yang paling krusial bagi guru, itulah sisi kesejahteraan. Makanya reward bagi guru berbasis pooling akan menjadi pilihan yang sangat relevan agar memberikan semangat untuk berprestasi baik dalam konteks mengajar ataupun prestasi karya tulis.
Agenda ini selain mewujudkan visi sejahtera guru, juga menjadi sarana kebangkitan prestasi. Salah satu reward yang bersifat positif adalah laptop. Guru bisa memiliki account untuk blog, ikut milis-milis ilmu, wah, ini secara perlahan akan menjadi gerakan perbaikan standar guru.
5. Milis dan komunikasi 2 arah
Milis akan menjadi pertimbangan penting dalam mengupayakan komunikasi yang efektif dan 2 arah antara guru dan murid. System pembelajaran menggunakan milis juga bisa dilakukan. Karena cenderung mudah dan dapat dikonsumsi oleh seluruh murid. Koreksi kedua belah pihak juga akan semakin terbuka sehingga diharapkan semua pihak mampu memposisikan diri sesuai dengan harapan orang lain tanpa kehilangan cirri khas. Misal awalnya guru itu adalah orang yang tegas dan kelihatan pemarah. Namun tentunya tidak ada murid yang secara langsung mau untuk berkata langsung kepada guru. Mereka bisa menggunakan sarana milis untuk memberi tahunya, atau kalau takut ketahuan, tidak masalah punya 2 id, pertama id yang asli nama kita yang ke02 id untuk member saran.
Dalam konteks ini, guru yang membaca saran dari murid tentu akan menyadari ternyata selama ini saya seperti ini, maka ia berusaha untuk memenuhi harapan murid namun tentu dalam kadar yang tidak menghilangkan sama sekali sifat yang dulu. Admin milsi ini dapat membanned tulisan yang dirasa mengandung unsur menghina terhadap guru.
Untuk guru, ia bisa memberikan wejangan-wejangan agar mampu berpestasi untuk siswanya.
Milis, Pusat komunikasi pembelajaran dan kesejahteraan guru, adalah kombinasi handal untuk menciptakan system pembelajaran yang attraktif, indah dan menyegarkan.
Semoga bermanfaat.
Filed under: Binar artikel, Uncategorized





Tulisan yang inspiratif!
Teknologi sudah menyediakan banyak hal untuk kemajuan dunia pendidikan. Tapi masih banyak pendidik yang belum bisa mengaksesnya. Dukungan pada sistem pendidikan Indonesia menjadi slaah satu kuncinya.
Good luck on Microsoft Bloggership!
Terimakasih nonadita, semoga bisa memberikan saran perbaikan yang sedikit banyak menuju komprehensif dalam menciptakan rona pendidikan Indonesia yang lebih cerah, baru dan menyenangkan…
the best for Allah only.